Category Archives: what’s on indonesia

DEVI DJA wanita jawa yang menembus HOLLYWOOD

Standard

awalnya saya belum percaya bahwa ada wanita indonesia yang sukses menjadi actrees di Hollywood pada masanya dulu, awalnya saya tau ada berita ini itu waktu saya lag ilihat video di youtube terus ada yang comment cerita tentang Devi Dja, karena saya penasaran langsung aja saya cari sumber buka google ternyata saya dapet……ini dia berita dan info nya… saya langsung masukin ke blog aja tanpa saya edit…. silahkan membaca 🙂

 

Menurut catatan Ramadhan KH, Devi Dja atau “Bintang Dari Timur” lahir pada 1 Agustus 1914 di Sentul, Yogyakarta, dengan nama  kecil Misria dan kemudian menjadi Soetidjah. Dia sering menguntit kakek dan neneknya, Pak Satiran dan Bu Sriatun, ngamen berkeliling kampung  memetik siter. Devi Dja memang memiliki minat seni sejak kecil. Dia juga berangkat dari keluarga Jawa yang miskin di awal abad ke-20. Saat mereka sedang ngamen di daerah Banyuwangi, dimana pada waktu bersamaan grup sandiwara yang lain, Dardanella pimpinan Pedro (Willy Klimanoff)  yang sudah terkenal, juga main di Banyuwangi. Pedro mengaku tertarik dengan Soetidjah dan langsung melamarnya. “Ternyata Pedro melihat pertunjukan kami. Katanya ia tertarik pada saya ketika saya menyanyikan lagu Kopi Soesoe yang ketika itu memang sedang populer,” tutur Devi Dja ketika berkunjung ke Jakarta menjenguk Tan Tjeng Bok yang sedang  terbaring sakit tahun 80-an. Meski keluarga Soetidjah keberatan, akhirnya Soetidjah mau menerima pinangan Pedro dan bergabung sebagai pemain Dardanella. Soetidjah tak penah mengenyam pendidikan sebelumnya, dia baru belajar baca dan menulis latin ketika bergabung di Dardanella pada usia 14 tahun. Di tahun awalnya bergabung, Soetidjah hanya dapat peran-peran kecil dan lebih sering menjadi penari yang tampil dalam pergantian babak. Bintang Soetidjah mulai bersinar ketika pemeran utama wanita Dardanella,  Miss. Riboet jatuh sakit. Soetidjah pun didaulat memerankan tokoh Soekaesih—peran yang selama ini dipegang Miss. Riboet—dalam lakon “Dokter Syamsi”. Meskipun usianya baru 16 tahun ketika itu, akting Soetidjah cukup meyakinkan yang kemudian dipanggil Erni oleh kawan-kawannya.

Dan sejak itu, karirnya di Dardanella mulai menanjak. Perlahan tapi pasti ia berhasil menjadi menyaingi ketenaran Miss. Riboet dan Fifi Young, dua wanita pemeran utama Dardanella. Bersama Tan Tjeng Bok,  Soetidjah menjadi sosok penting dalam kisah sukses grup Dardanella. Dia lalu terkenal dengan nama Miss. Devi Dja. Saat Dardanella pertama kali mentas di luar negeri, Devi Dja baru 17 tahun. Usia yang kata Devi Dja lagi seger-segernya.  Menurut catatan Ramadhan KH, saat Dardanella manggung di luar negeri, nama kelompok Dardanella mulai berganti-ganti, dengan personil yang juga berganti-ganti. Kecuali Pedro dan Devi Dja tentunya. Dardanella lalu main di Hongkong, New Delhi, Karachi, Bagdad, Basra, Beirut, Kairo, Yerusalem, Athena, Roma. Terus keliling Negeri Belanda, Swiss, dan Jerman. Pada Mei  1937 saat manggung di India, rombongan mereka disaksikan oleh Jawaharlal Nehru yang kemudian jadi pemimpin negeri itu. Kabarnya Pedro dan Devi Dja sempat menginap di rumah Mahatma Gandhi. Dan seperti dituturkan Devi Dja pada Majalah Tempo di tahun 80-an, saat bermain di luar negeri, Dardanella berubah namanya menjadi  “The Royal Bali-Java Dance”. “Kami lebih mengutamakan tari-tarian daripada sandiwara, sebab khawatir penonton tidak tahu bahasanya,” katanya. Devi Dja juga masih ingat ketika perang dunia pertama mulai berkecamuk, mereka sedang berada di Munich, Jerman. Saat itulah keadaan masyarakat dunia sedang dalam kegelisahan yang juga  dialami oleh personel “The Royal Bali-Java Dance” (Dardanella) terkait situasi perang. Ramadhan KH menulis, di tengah kegelisahan masyarakat Eropa khususnya, Pedro kemudian mengambil keputusan menyeberang ke Amerika saat mereka sedang berada di Belanda.  Akhirnya bersama rombongan kecil Dardanella, Devi Dja naik kapal “Rotterdam” menuju Amerika. Perhitungan Pedro ketika itu barangkali karena negara Amerika relatif lebih menjanjikan, lagipula Amerika  tidak terlibat terlalu jauh dalam perang dunia pertama. Dengan nama tenar yang disandangnya, sesampainya di Amerika  mereka mendapat sponsor dari Columbia untuk mementaskan karya-karya mereka di hampir seluruh kota besar Amerika. “Kami keliling, tidur di trem saja. Cuma di New York menetap dua minggu,” tutur Devi Dja.

Sudah merasa cukup lama di Amerika mereka bermaksud kembali ke tanah air, tapi Perang Dunia II keburu pecah dan Indonesia diduduki Jepang. Akhirnya mereka tertahan di Amerika tidak bisa pulang. Setelah perang usai anggota rombongan tinggal belasan orang, sebab sebagian berusaha pulang. Dan semangat pun mulai luntur. Demi bertahan hidup di Amerika, Pedro dan Devi Dja membuka sebuah niteclub bernama Sarong Room di Chicago, yang sayang terbakar habis pada 1946.  Pedro akhinya merasa tak tahan dan meninggal dunia di Chicago tahun 1952. Di masa awal kemerdekaan Indonesia, Devi Dja sempat bertemu Sutan Syahrir yang tengah memimpin delegasi RI untuk memperjuangkan pengakuan Internasional terhadap kemerdekaan Indonesia di markas PBB New York tahun 1947. Oleh Syahrir, dia sempat diperkenalkan sebagai duta kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Amerika. Dan namanya pun makin dikenal di negara itu. Sebab itu tak sulit baginya mendapatkan kewarganegaraan Amerika. Tahun 1951 Devi resmi menjadi warga negara Amerika. Sepeninggal Pedro, Devi masih sempat mementaskan kebolehannya dari pangung ke panggung bersama anggota kelompok yang tersisa. Devi menikah dengan seorang seniman Indian bernama Acce Blue Eagle. Menurut Ramadhan KH, pernikahan itu hanya berlangsung sebentar. Acce tidak suka Devi Dja bergaul dengan sesama masyarakat Indonesia di Amerika. Sedang itu adalah dunia Dewi Dja. Apalagi setelah terbetik kabar, bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya. Setelah itu Devi terbang ke Los Angeles, kesempatan karir terbentang di sana. Devi Dja sempat menari di depan Claudette Colbert yang takjub oleh gerak tangan dan kerling mata Devi Dja. Kabarnya Devi hampir terpilih untuk mengambil peran dalam salah satu film produksi Hollywood. Tapi sayang, karena bahasa Inggrisnya kurang fasih. Dia gagal mendapatkan kesempatan itu. Dia lalu menikah lagi dengan orang Indonesia asal gresik yang menetap di Amerika bernama Ali Assan. Dari Ali Assan ini Devi memperoleh satu anak perempuan yang diberi nama Ratna Assan. Tapi usia pernikahan mereka tak lama, mereka pun bercerai. Kesibukaannya di Amerika adalah mengajarkan tari-tarian daerah kepada penari-penari Amerika. Devi mengaku meski namanya sudah terkenal sebagai penari, tapi kehidupan kala itu susah, mengingat dunia habis dicabik-cabik perang. Namun Devi mengaku beruntung berteman dengan selebriti Hollywood yang menjadi teman akrabnya. Ia akrab dengan Greta Garbo, Carry Cooper, Bob Hope, Dorothy Lamour, dan Bing Crosby. Merekalah yang banyak membantu  Devi dalam memberikan kesempatan. Devi juga sempat bermain dalam beberapa film, antara lain The Moon And Sixpence, riwayat hidup pelukis Prancis Paul Gaugin. Dia juga membintangi atau menjadi koreografer film Road to Singapore (1940), Road to Morocco (1942), The Picture of Dorian Gray (1945), Three Came Home (1950) dan Road to Bali (1952). Di Los Angeles Dewi juga rutin mengisi acara televisi lokal. Anaknya, Ratna Assan sempat bermain sebagai pemeran pendukung dalam film Papillon (1973) yang dibintangi Steve Mc Quin dan Dustin Hoffman. Tapi Ratna Assan kemudian tidak melanjutkan karir aktingnya di Hollywood, sesuatu yang amat disesali Devi Dja mengingat anaknya itu fasih berbahasa Inggris, tidak seperti dirinya.

Dalam bukunya Ramadhan KH menulis bahwa Devi Dja pernah  memimpin float Indonesia (float “Indonesian Holiday”, dengan sponsor Union Oil) dalam “Rose Parade” di Pasadena, tahun 1970.  Dia menjadi orang pertama Indonesia yang memimpin rombongan Indonesia yang turut serta dalam Rose Parade di Pasadena itu. Waktu tanda penghargaan sampai padanya, ia panggil anaknya, Ratna “Ini Ratna, bacalah!” Penghargaan bagi kalian, bagi kita.” “Ya Mamah. Kali lain kita harus mempertunjukkan sesuatu yang lebih bagus lagi”. “Air mataku menetes lagi, kata Dewi Dja. Entah mengapa. Barangkali karena cintaku sedemikian besar kepada sesuatu yang jauh daripadaku. Aku tidak bisa melepaskannya. Tidak bisa! Seluruh hatiku tercurah baginya. Indonesiaku, engkau jauh di mata, tetapi senantiasa dekat di hatiku, bahkan menggelepar hidup di dalam jantungku.” kata Devi dalam buku itu. Namun ternyata bukan cuma itu, Devi Dja pernah tampil membela pemuda-pemuda Indonesia di Pengadilan Los Angeles ketika berita tentang “Perbudakan di Los Angeles” marak.  Devi tampil membela pemuda-pemudi Indonesia yang dirantai dihadapkan ke pengadilan di Los Angeles. Namun berkat campur tangan Dewi Dja bersama Staf  KJRI RI Los Angeles, Pruistin Tines Ramadhan (alm),  dan Dirjen Protokol Konsuler di Deplu Pejambon waktu itu, Joop Ave, persoalan “budak-budak” dari Indonesia itu terselesaikan, tidak masuk bui. Di Los Angeles Devi Dja tinggal di kawasan Mission Hill, San Fernando Valley, 22 km utara Los Angeles. Di rumah berkamar tiga di pinggiran kota itu ia tinggal bersama putri satu-satunya, Ratna Assan. Semasa pensiun Devi Dja mendapat sedikit uang pensiun dari Union Arts, tempat dimana dia bergabung.

 

Tahun 1982 saat berusia 68 tahun, Devi Dja pernah pulang ke Indonesia atas undangan Panitia Festival Film Indonesia. Dia sempat menjenguk kolega lamanya Tan Tjeng Bok yang tergolek lemah di rumah sakit sebelum meninggal dunia tahun 1985. Devi Dja kemudian meninggal di Los Angeles pada tanggal 19 Januari 1989 dan dimakamkan di Hollywood Hills, Los Angeles. Catatan tentang Dewi Dja sempat ditulis dalam beberapa buku diantaranya Standing Ovations: Devi Dja, Woman of Java karya Leona Mayer Merrin, terbit pada 1989 dan dalam buku memoar suaminya Lumhee Holot-Tee – The Life and Art of Acee Blue Eagle.

ini nisan nya Devi Dja di Hollywood Hills

Berita Devi Dja di muat dalam Harian lokal setempat

Devi Dja


foto: flickr + kabari news

source: kabarinews

Okto 10 bintang masa depan Asia versi ESPNsoccernet dijuluki Ryan Giggs nya Indonesia

Standard

Seperti yang Anda harapkan di benua terbesar di dunia, ada banyak sekali bakat di Asia. Peningkatan jumlah itu ada di tiap jendela transfer di barat, namun masih banyak yang tersisa. ESPNsoccernet memilih daftar pemain yang harus, mungkin, akan menemukan jalan mereka ke daftar belanja berbagai di Eropa.

Deng Zhuoxiang (Shandong dan Cina)

Deng Zhuoxiang

 

Apayang benar – benar  sepak bola Cina inginkan, selain tampil di Piala Dunia, China ingin  pemainnya dapat bersinar di Eropa; Deng Zhouxiang bisa menjadi salah satu orangnya. gelandang tersebut mulai “meledak” namanya dalam kompetisi regional tahun lalu dengan serangkaian penampilan mengesankan di Piala Asia Timur, termasuk sebuah golnya ketika Cina mengalahkan Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, dan ia juga menempatkan Perancis di “ujung mata pisau” pada Piala Dunia. Klub di Korea dan Jepang mencoba untuk mengontrak pemain 22 tahun ini dari Shandong tetapi tertahan karena masalah harga, dia dinobatkan sebagai juara baru di China. Deng bintang untuk pakaian Jinan pada tahun 2010, dengan keterampilan halus dan visi mengesankan untuk pemain begitu muda, Deng hanya perlu mencari konsistensi sedikit lebih dan dia bisa menjadi bintang asli.

 

 

Ismail Matar (Al Wahda dan UEA)


Ismail Matar adalah harapan yang besar bagi sepakbola Asia Barat. Pemenang Golden Ball di Youth 2003 World Championship seharusnya sudah di Eropa sekarang, tapi klub tak pernah membiarkan dia pergi. Anda tidak bisa menyalahkan mereka untuk menahan playmaker berbakat seperti mereka – ia adalah salah satu pemain paling berbakat di Asia. Dia bintang di tahun 2007 karena UEA memenangkan Piala Teluk, delapan wilayah negara bertemu dua tahunan, untuk pertama kalinya. Untuk itu, 27 tahun diberi dua unta. fan Club AC Milan yang berbakat ini pantas untuk pergi ke Eropa.

 

 

Koo Ja Cheol (Jeju Serikat dan Korea Selatan)


Korea dikaitkan dengan Blackburn Rovers pada awal tahun, yang lebih konkret,  yang terakhir untuk Young Boys Berne , tetapi club Swiss tidak bisa mendapatkan dia. Hal ini tidak mengherankan, karena pemain 21 tahun itu semakin kuat dan kuat dan memiliki tahun yang sangat hebat di 2010. Sangat disayangkan, dan mungkin salah, bahwa dia bukan starter reguler untuk tim nasional karena ia adalah gelandang terbaik di K-League musim lalu. sentuhan pada bola yang berkelas, siap dengan tembakan atau set – piece dan passing yang mematikan, Koo ingin pergi ke barat dan hanya masalah waktu sebelum dia melakukannya.

 

 

Thamsatchanan Kawin (Muang Thong Serikat dan Thailand)


Asia Tenggara bukanlah sebuah wilayah yangterkenal dengan kipernya, namun itu dapat berubah jika pemuda 19 tahun ini telah melakukan seuatu. Dia telah menjadi pemain utama di Muang Thong Serikat, pembangkit semangat dan kekuatan baru sepak bola Thailand, dan ketiadaannya dari tim nasional di Piala AFF terakhir sangat dirasakan oleh fans Thailand dan pelatih tim nasional Bryan Robson. Mantan kapten Inggris dilaporkan telah direkomendasikan anak itu ke Manchester United. Apa yang terjadi selanjutnya masih harus dilihat, tetapi shotstopper memiliki masa depan yang cerah.

 

 

Yasser Al Qahtani (Al Hilal dan Arab Saudi)


Sultan of  Swing adalah bintang terbesar di Arab Saudi dan mungkin yang terbesar di wilayah secara keseluruhan, meskipun penggemar Javad Nekounam Iran mungkin memiliki sesuatu untuk mengatakan tentang itu. Sangat menyedihkan bagi sepak bola Asia bahwa ‘The Sniper’ tidak pernah mencoba keberuntungannya di Eropa – sebuah percobaan singkat dan terlupakan yang tidak bertahan oleh Manchester City – seperti apa yang dia inginkan, dalam hal kemampuan setidaknya, untuk menjadi sukses. Jika ia dapat menemukan kekuatan mental untuk bertanding, ia akan menjadi hit. Dia tampaknya telah berkeliling selama bertahun – tahun dan  masih berusia 28 tahun dan masih sangat cepat, dia sangat bagus di udara dan merupakan pemain bertahan yang disiplin.

 

 

Octavianus Maniani (Sriwijaya dan Indonesia)


nama pemain sayap ini mencuat di turnamen regional di AFF Suzuki Cup baru-baru ini di mana Indonesia berhasil mencapai final sebelum dikalahkan oleh Malaysia. Oktavianus sangat baik dalam menjaga daerah sayap kiri, di usianya yang 20 tahun, kemampuannya pasti akan meningkat. Jika”Ryan Giggs nya Indonesia” adalah cocok dengan aslinya, ia harus mengikuti jejaknya dan menemukan produk akhir yang konsisten. Masih sangat mentah tapi tulah yang membuatnya sangat menarik.

 

 

Karim Ansarifard (Saipa dan Iran)


Sudah beberapa waktu sejak striker muda iran yang benar – benar menarik membuat “gelombang”. Ali Daei telah menciptakan bayangan panjang tetapi itu adalah legenda sendiri yang memberikan kesempatan kepada Ansarifard di usianya yang 17 tahun ke tim sepak bola pertama dengan Saipa. Itu di tahun 2007, dua tahun kemudian, dia membuat debut internasional, dan 2011 sepertinya bisa jadi tahun yang terbaik baginya. Ada laporan yang menarik dari Eropa, dengan Borussia Dortmund dia mungkin terdaftar di antara nama calon pemain, membuat media olahraga Teheran bersemangat melakukanpemberitaan. masih jauh dari sasaran, tetapi memiliki sikap dan keterampilan untuk bersinar.

 

 

Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse dan Jepang)


Playmaker yang  sedang dikejar oleh juara Jepang Nagoya Grampus – pelatih Dragan Stojkovic tahu bakat ketika ia melihatnya – tetapi 26 tahun mungkin lebih dominan mengunakan kaki kirinya. Fujimoto mungkin mendapatkan kesempatan setelah diidentifikasi sebagai Kagawa Shinji berikutnya, meskipun perbandingan dengan Shunsuke Nakamura mungkin lebih apt – mereka bahkan pergi ke sekolah tinggi yang sama.  Rookie of the Year Tahun 2006 J-League sekarang memenuhi potensi yang ditunjukkan empat tahun lalu. Dia telah berjuang untuk bermain dalam waktu reguler untuk tim nasional – menyadari dan mengingat kekayaan  yang ” Samurai Blue”  nikmati di tengah taman – tetapi semua itu bisa berubah.

 

 

Alexander Geynrikh (Pahktakor dan Uzbekistan)

Alexander Geynrikh

The hitman Uzbekistan tengah dibayangi mitra penyerang senior  senegaranya yang terkenal lebih dulu d masa lalu, tetapi dia  siap untuk mengambil alih tugas mencetak gol utama di Asia Tengah. Kepalanya rambut pirangnya dengan mudah terlihat di panggung Asia di masa lalu, dengan kekuatan dan masalah agresi menyebabkan untuk pertahanan kontinental. Rambutnya telah tiada, tetapi fokus untuk mencetak gol dan keterampilan menembak, khususnya dari tepi daerah itu, tetap ada. Geynrikh telah menjalankan tugas di Moskow dengan Torpedo dan CSKA sebelum kembali ke Tashkent ,  tetapi pada usia 26, sekarang dia siap.

 

 

Firas Al-Khatib (Qadsia Al dan Suriah)



Suriah bukan lagi lawan mudah mereka seperti dulu dan disebabkan banyak munculnya pemain seperti Al-Khatib. Pemain 27 tahun ini mencetak gol untuk bersenang-senang dan telah melakukannya sejak mulai berkarier pada raksasa lokal Al Karama. Saat ini, dia melakukan bisnis untuk salah satu klub terbesar di Asia Barat – Al Qadsia Kuwait. Seorang pemburu pleasingly kuno yang memiliki bakat untuk menemukan ruang dalam kotak, dia bisa membuat namanya di Piala Asia.

 

 

 

news source: ESPNsoccernet

posisi komodo semakin kuat

Standard

Posisi Komodo (Varanus Commodoensis), dalam kompetisi tujuh keajaiban dunia yang baru telah lebih kuat, kata seorang pejabat pariwisata .
“Posisi Komodo sekarang cukup kuat dan pekan lalubahkan berada di tempat pertama,” kata Ulbadus Gogi, kepala pariwisata Nusa Tenggara Timur dan kantor budaya pada hari Kamis.

Gogi mengatakan bahwa sejak secara resmi diumumkan pada tanggal 21 Juli 2009 oleh Yayasan New7Wonders, komodo dipilih sebagai salah satu finalis dengan 28 finalis lainnya yang membuka jalan bagi tahap akhir kompetisi setelah mengalahkan lebih dari 440 nominasi dari 220 negara.

finalist yang terdaftar daam leg terakhir di Nwe7Wonders adalah : anggel Falls, Laut Mati, Komodo naga, Galapagos, Grand Canyon, Great Barrier Reef, Halong Bay, Iguazu Falls, Jeita Grotto, Maladewa, Puerto Princesa, Uluru dan Vesuvius .

Gogi berharap kepada masyarakat Indonesia, tidak hanya mereka yang tinggal di Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana pulau-pulau yang terletak Komodo hidup, untuk memberikan dukungan karena jika hewan pra-sejarah akan dipilih salah satu dari tujuh keajaiban baru, dampak positif akan dirasakan oleh seluruh bangsa.

“Kami sudah berjuang keras. Fransciscus Gubernur Lebu Raya bahkan memberikan tugas kepada kepala kantor pariwisata dan budaya di tahun 2009 untuk berkeliling ke provinsi di Indonesia untuk memberikan penjelasan atau kampanye tentang posisi komodo dan mencari dukungan, “kata Gogi.

Ia mengakui bahwa pada bulan Juni 2010, posisi komodo berada di ambang pengecualian karena diturunkan ke tempat 14. Tapi karena satu bulan terakhir posisinya secara konsisten berada di tempat ketiga.

Ada beberapa yang tinggal 4.000 hingga 5.000 komodo di alam liar di provinsi ini. populasi mereka masing-masing dibatasi dengan pulau-pulau Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Rinca (1.300), Komodo (1.700), dan Flores (2.000).

Taman Nasional Komodo tidak hanya sebagai tempat tinggal Komodo yang terancam tetapi juga rumah bagi 385 spesies karang bawah air yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan jenis ikan, 70 jenis spons, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus, penyu hijau dan berbagai jenis hiu dan ikan pari. Pulau Komodo juga merupakan salah satu situs menyelam terbaik di dunia, seperti dikutip oleh banyak katalog pariwisata.

 

ANDA DAPAT MELIHAT RANKING FINALIST NEW7WONDERS DENGAN MENG – KLIK LINK DI BAWAH INI :

ranking of finalists New7Wonders

 

 

news source : kompas

credit: Good News From Indonesia

photo by Dwi Putri Ratnasari

indonesia rangking ke 16 dalam perekonomian global

Standard

 


Indonesia telah berada di tempat 16 di peringkat ekonomi global. menakjubkan, bukan?

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa perekonomian Indonesia telah berada di tempat 16 di peringkat ekonomi global, di atas proyeksi sebelumnya. “Prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari proyeksi sebelumnya,” kata Menteri Rajasa dalam kunjungan kerja.

Mengutip data Bank Indonesia, ia mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 6,0 persen pada tahun 2010 dan diperkirakan tumbuh 6,5 persen pada tahun 2011. Pada tahun 2030, pendapatan per kapita Indonesia akan menjadi $ 17.000. Proyeksi ini didasarkan pada perekonomian Indonesia kuat yang berkelanjutan pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 1970, katanya.

“Pada akhir tahun ini, pendapatan per kapita sudah mencapai 3.000 dolar AS. Angka ini telah melampaui target pemerintah, “katanya. Selain permintaan domestik yang kuat, keadaan positif dengan perekonomian Indonesia juga telah dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi global yang tercermin dari pertumbuhan ekspor sejak kuartal keempat tahun 2009.

Pemulihan ekonomi global seperti terlihat dari indikator kinerja negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang, serta raksasa ekonomi regional, China dan India, memiliki semua dampak positif dibawa ke mitra dagang mereka, termasuk Indonesia.

Namun, Menteri Rajasa mengatakan ia berpendapat bahwa pembangunan yang baik di sektor ekonomi belum memberikan dampak positif pada pengurangan kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia. “Karena itu, harus ada jalan keluar (untuk menangani isu-isu kemiskinan), sesuatu yang harus membuat pekerjaan rumah tidak hanya bagi pemerintah pusat tetapi pemerintah daerah juga, termasuk Riau,” katanya. Kemiskinan dan tingkat pengangguran belum dapat dikurangi secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2005 penduduk miskin di Indonesia tercatat sebesar 118 juta, atau 53,8 persen dari total penduduk.

 

Berita Sumber: Kompas.com

PENDAPAT MENTERI PEREKONOMIAN INDONESIA MENGENAI PEMBANGUNAN YANG BAIK DALAM SEKTOR EKONOMI BELUM MEMBERIKAN DAMPAK POSRITIF PADA PENGURANGAN KEMISKINAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA, DAH HAL TERSEBUT MUNGKIN DIKARENAKAN………..

pembangunan di Indonesia yang bukan menggusur kemiskinan, tetapi malah menggusur rakyat miskin, banyak gedung – gedung dibangun oleh para investor asing maupun local hanya menguntungkan beberapa golongan saja, terutama di kota besar seperti Jakarta, hanya orang – orang yang dalam kategori konglongmeratlah yang mampu melakukan investasi, apartemen yang banyak dibangun oleh para investor sebagai tanda supremasi kekuasaan dalam pengambil alihan kegiatan ekonomi di kota besar hanya diperuntukkan bagi para kliennya yang memiliki setumpuk uang dan bersedia berinvestasi dengan nilai yang besar, para investor umumnya tidak memberikan kesempatan bagi rakyat kecil untuk mengembangkan sayapnya memberikan kontribusi untuk pembangunan ekonomi di Indonesia yang lebih baik yang lebih berpihak pada rakyat. Di Indonesia layaknya tempat khusus hanya bagi investor yang betul – betul memiliki banyak uang untuk berinvestasi.

pembangunan Indonesia, sepertinya pembangunan Indonesia terasa tidak mencapai pada pemerataan pembangunan, kenyataan ini dibuktikan bahwa sekitar 80 % pembangunan yang terjadi di Indonesia hanya ada di ibu kota Jakarta, investor asing yang membangun pundi – pundi ekonomi strategis, mereka juga lah yang akan menikmati hasil yang bear pula, sedangkan rakyat Indonesia hanya menjadi penonton atas keberhasilan mereka membangun pundi – pundi ekonomi strategis tanpa merasakan hasil yang sepadan atas kerja keras yan telah mereka lakukan selama ini.

 

 

CREDIT: Good News From Indonesia

 

peringkat Indonesia di FIFA naik

Standard

Karena memenangkan tiga pertandingan berturut-turut beberapa hari yang lalu, Indonesia berhasil naik peringkat dari tempat sebelumnya di FIFA. Spanyol masih memimpin daftar peringkat FIFA pada bulan November 2010. Sementara itu, Indonesia berhasil naik enam tingkat ke urutan 135. Dikutip oleh detiksport dari situs resmi FIFA, Rabu (17/11/2010) malam waktu setempat, tidak ada perubahan di negara yang menempati urutan pertama sampai kesembilan dibandingkan dengan peringkat bulan lalu. Spanyol berada di puncak dengan 1.920 poin. Dibalik La Furia Roja adalah finalis Piala Dunia 2010 Belanda dengan nilai 1718. Keduanya diikuti dengan Brasil, Jerman, Argentina, Inggris, Uruguay, Portugal, dan Kroasia secara berturut turut. Sementara itu, Italia naik dua peringkat, meskipun tetap tidak bisa menembus 10 besar. Azzurri berada di urutan 14. Sementara Perancis tergelincir tiga strip ke urutan 21. Indonesia berhasil meningkatkan peringkat dibandingkan dengan bulan lalu. Dari daftar peringkat FIFA bulan ini, Indonesia menduduki peringkat 135 atau naik enam peringkat dibandingkan dengan Oktober. Indonesia berada dalam posisi yang lebih baik dari Singapura (138), Vietnam (139) atau Malaysia (150) tetapi masih di bawah Thailand (114).

 

Source: Indonesian Press

credit:Good News From Indonesia


peringkat indonesia di dunia

Standard

10. INTERNET
Indonesia masuk lingkaran 15 besar dunia dalam kategori pengakses internet terbanyak. Di tingkat Asia, Indonesia masuk 5 besar. Urutan pertama adalah China (298 juta), disusul Amerika Serikat (228 juta), dan Jepang (94 juta).

9. EKONOMI

Lagi-lagi Indonesia masuk dalam 15 besar negara di dunia yang GDP-nya tertinggi. GDP adalah singkatan dari Gross Domestic Product. Pendapatan per kapita penduduknya diperkirakan $3,900. Namun mirisnya, sekitar 17,8% dari 238 juta penduduk berada di bawah garis kemiskinan.

 

8. BANDAR UDARA

Data kemendagri (kementrian dalam negri) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan urutan ke-13 di dunia dalam jumlah bandar udara. Bandar udara di Indonesia dilaporkan ada 498 buah. Bandingkan dengan Jerman yang memiliki 625 bandara. Sebagai informasi, luas negara Jerman adalah 357.021 km persegi dan Indonesia luasnya 1.904.569 km persegi.

 

7. GAS ALAM & MINYAK BUMI

Indonesia (katanya) memiliki cadangan minyak sebanyak 9,7 juta barrel dan cadangan gas alam sebanyak 146,7 triliun kaki kubik. Oleh karena itu Indonesia menjadi negara nomor 16 penghasil gas terbesar di dunia. Konsumsi gas Indonesia sendiri hanya 35% dari produksinya. Sedangkan untuk BBM, konsumsi lebih besar daripada produksinya. Konsumsi yang besar ini terutama oleh penggunaan kendaraan bermotor.

 

6. MAHASISWA

Data direktorat jendral pendidikan tinggi (DIKTI), Indonesia memiliki 2.700an perguruan tinggi dengan 14.500 prodi dan 1,9 juta mahasiswa. Oleh sebab itu, Indonesia masuk dalam 9 besar negara dengan mahasiswa terbanyak. Amerika memiliki 14,3 juta mahasiswa, India 6 juta, dan Jepang 4 juta.

 

5. PENCEMARAN AIR

Setiap harinya, sebanyak 775 ton polutan mencemari air di Indonesia. Indonesia merupakan negara urutan nomor 6 dalam hal ini. Urutan pertama adalah China, kedua Amerika Serikat, dan ketiga India (semua negara ini memiliki industri besar-besaran). Hal ini juga merupakan faktor mengapa tidak satupun kota di Indonesia merupakan kota ternyaman Asia.

 

4. TENAGA KERJA

Tahun 2008, Indonesia tercatat memiliki 112 juta pekerja (apakah maksudnya buruh atau angkatan kerja???). 42% berada di sektor pertanian, 12.6% di industri, belasan % di sektor jasa. Tercatat juga 19 juta orang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran.

 

3. JUMLAH PENDUDUK

Jumlah penduduk Indonesia sejak lama diketahui berada di posisi 4 dunia dan 3 Asia. Tertinggi adalah China (1,3 miliar) , dilanjutkan oleh India (1,14 miliar) dan Amerika (303 juta). Juni 2008 tercatat penduduk Indonesia berjumlah 237,5 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk di kisaran 1,2 atau 1,3%. Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia untuk membenahi fasilitas publiknya. Diperkirakan penduduk Indonesia akan berjumlah 337 juta jiwa di tahun 2050. Laju pertumbuhan penduduk seperti ini diperkirakan akan menyebabkan daya dukung lingkungan tidak seimbang.

 

2. AIR TAWAR

Volume aliran air tawar Indonesia ada di peringkat 3, setelah Brazil (dengan Amazon-nya) dan Kanada. Mirisnya, aliran ini tidak merata. Di berbagai daerah seperti NTT dan Gunung Kidul, air susah didapatkan.

 

1. MAMALIA & SPESIES TERANCAM PUNAH

Waduh, di peringkat pertama kok hal yang jelek ya. Menurut data IUCN 2008, terdapat 833 spesies terancam punah. Indonesia berada di posisi ke-4 di dunia setelah Ekuador, Amerika Serikat, dan Malaysia. Data mahasiswa pecinta lingkungan menyebutkan sebanyak 114 jenis burung, 28 reptil, dan 21 jenis ikan di Indonesia terancam punah.

 

 

source : jagunkz.wordpress.com